Jadi, apa yang sudah kamu lakukan?
apa yang sudah kamu berikan?

Apa?

apa?

APA?

February 26th, 2009 at 10:43 pm | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Punya blog disini juga.

Saya sampai bingung mau ngisi apa di blog ini. Masa iya mau diisi sama seperti blog-blog yang laen? Tapi mau diisiin apa coba kalo nggak seperti yang laen? Pun ngurus blog yang laen juga belom kelar. Apa saya mesti cancel beberapa yang lain?

Dasar! kurang kerjaan sih, ngeblog sana-sini. Huhuhuhu….

February 21st, 2009 at 6:54 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Iseng2 browsing tentang psikologi. Cari dan mencari akhirnya
tanpa sengaja aku  menemukan sebuah situs yang menyediakan layanan personality
tes
t.
Hasilnya memang akurat dan
seperti apa yg udah kuduga, bahwa aku termasuk golongan 11,6 % dari populasi
alias masuk golongan minoritas. Golongan yang 11,6 % itu adalah golongan orang2
dengan kepribadian introvert.
Anehnya aku justru merasa bangga karena masuk golongan minoritas tersebut.
Jujur, sebenarnya memang gak gampang hidup sebagai bagian dari golongan
minoritas. Aku mengakui dan menyadari bahwa memang berat beradaptasi diantara
orang2 ekstrovert (berlebihan!!). Tapi begitulah kenyataannya, orang2
ekstrovert sulit untuk mengerti keadaan kami yg introvert. Sedikit pencerahan
ketika kubaca artikel terjemahan tentang kepribadian introvert. Konon katanya,
orang2 introvert itu bertanggung jawab, perencana, terorganisir, fokus,
bersahabat, logis, realistis, dll
dech. Setidaknya sifat itulah yang dibawa
oleh pribadi introvert. Meskipun mereka dikenal sebagai sosok yg pendiam,
tertutup, serius tapi jangan salah kalo udah mengenal dekat mereka. Bisa jadi
itu hanyalah kesan pertama saja. So, jangan kaget bila menemui sosok yg semacam
ini karena mereka akan menunjukkan sifat yg berbeda dengan sifat mereka di awal
perjumpaan.

Ada

sebuah berita yg kurang mengenakkan mengenai tipe pribadi introvert yaitu,
mereka lebih mudah menjadi intropet atau kepribadian ganda. Jadi was-was
juga neh…..!!!

April 8th, 2008 at 11:04 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Akhirnya aku bisa liat film Ayat-ayat Cinta. Udah sempat upload juga di multiply. Kecewa aku dengan film Hanung Bramantyo yang satu ini. Aku sarankan para penikmat film ini membaca pula novelnya. Terlalu banyak kejanggalan dan kemelesetan cerita ini dengan novelnya. Tentang pertemuan Noura dengan orang tua asuhnya, tentang Youser, tentang kondisi Maria setelah bersaksi, tentang masuknya Maria dalam Islam, dan tentang2 yg lain. Namun dalam hal penyampaian pesan moral, film ini mampu menransfer pesan dari novelnya. Overall film ini masih bisa mengharukan para penontonnya.

mo liat?
Nonton AAC

March 9th, 2008 at 11:39 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Mimpi apa aku semalam??? huuuhhh…..masak cuma ditinggal sebentar aja udah ilang? di tempatku sendiri lagi, dalam hitungan detik pula…Tas beserta isinya lenyap hanya ditinggal nyimpen sapu ama kain pel aja? ga habis pikir, tega bener sich yg ambil. Apalagi kalo inget isinya, ga pantes banget ilang di tempat kayak gini. Hp, dompet, mukena, payung, kaset cd yg berisi dokumen2, ktp cs, kunci 3 pintu, 3 pulpen, 1 pensil, 1 penghapus, 1 spidol, 1 stabillo, garpu, betadine, potongan kuku, 2 lembar esei, sisir, pelembab rambut, ikat rambut, 2 lbr photo 3×4, white angel, dll dech. Ga penting kan isinya kecuali kunci 3 pintu, ktp cs,  sim card yg di hp. Untung aja tadi kakaku ngembaliin duit, jadi masih bisa naek angkot pulang. Tau ga berapa duit? 2rb doank…
Jujur, aku masih ga percaya kalo tasku ilang. Aku masih berpikir kalo ini karena onengitis ku yg kambuh sehingga aku lupa naruhnya. Ga kusangka, inilah akhir enam taun perjalanannya. Good bye my creamy bag, good bye berru (my little bear)..

February 28th, 2008 at 2:15 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Kenapa hidup itu penuh dengan pilihan2??? Kenapa hanya ada "ya" dan "tidak"? kenapa nggak ada alternatif lain?hhaaaaaahhhhhhhhhhh!!!!!!!!!! pusing..!!! pusing..!!! pusiiiiiinggg..!!!! kalo saja hari itu berjalan biasa…tapi aku tak mau hari itu seperti hari2 sebelumnya….
Hyyaaaaa….aku berandai-andai lagi….!!!!! kalo berandai-andai gini bisa2 aku jadi "andai-andai lumut"…:(
Hidup ini bukan pengandaian, hidup ini kenyataan. Aku sadari itu, tapi pilihan-pilihan itu membingungkanku..huhuuhhuuuhhuu…….

Ya Allah..
Berikanlah petunjukmu
Engkau yang Maha Mengetahui dan Menguasai
Tunjukkanlah apa yang terbaik untukku, hidupku, agamaku
Atas nama pengetahuanMu, bimbinglah aku..

February 22nd, 2008 at 11:27 pm | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Kemaren seorang kawan datang kepadaku,
"Wix, aku bingung aku makin ndak ngerti?!" ungkapnya
"Knapa? cowok itu lagi? tiba-tiba ngilang?" tanyaku
Dia hanya mengangguk sambil menggumam nggak jelas.
"Kenapa kamu nggak hubungi duluan? sms? telepon?" tanyaku lagi.
"Aku kan cewek, masa aku yg menghubungi dulu ntar dikiranya aku cewek agresif lagi" sahutnya
"Iya juga sich, ya udah kalo kamu gengsi jangan ribut gini donk kan udah resikonya kamu bersikap gengsi"
"Aaargh..pusing, mending aku tulis aja apa yg aku rasain sapa tau jadi sesuatu yg enak dibaca. Terus kamu sendiri gimana? aku udah lupa kapan terakhir kali kamu ngomongin soal "cowok"? masih betah neh jomblo?"
"Tau ah sist, abis mo gimana lagi aku belom nemuin yg klik.
"Emang yg klik yg kayak apa?"

"Ada dech…kalo sekarang ini lagunya Perment yg "Sendiri itu Indah" juga asik buat didengerin. Tapi nggak mungkir sich kalo "Berdua lebih baik" (meski aku nggak suka ama penyanyinya).Udah ah kalo mo nulis ya nulis aja. Aku juga mo nulis, ada ide mampir neh kayaknya." jawabku sambil berlalu.
"Heyy…jangan bilang kalo kamu dapat inspirasi dari ceritaku…" teriaknya

"Kamu sendiri juga kan??" balasku

Itu yg kusuka dari temanku ini, dalam kondisi suasana hati apapun ada saja yg dia ceritakan. Tak jarang ceritanya memberiku ide untuk berpolah kata. Dia sendiri sering menuliskan ceritanya. Begitulah kami membicarakan makhluk Tuhan yg tersebutlah sebagai cowok/ laki-laki/ lelaki/ pria/ ato apalah orang menyebutnya. Antara cowok sama cewek saling mengagumi tapi juga saling meributkan. Saling mnginspirasi. Menjadi madu sekaligus racun dunia. Beruntunglah hanya ada dua gender, tak kebayang dech bagaimana ributnya kalo lebih dari itu. Aahh..jadi ngomongin cowok aku. Jadi lupa tadi mo nulis apaan.Ngomongin cinta, ngomngin cowok ama cewek tuh nggak ada habisnya.

February 11th, 2008 at 7:18 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

"Kamu tuh kayak melukis di atas air," kataku
"Aku tau, dan aku pun tak ingin seperti itu. Tapi terkadang angan ini melayang, mengajakku mengarungi imaji, mengkhayalkan kehadirannya, dan harapan itu muncul di setiap akhir perjalanan imajiku." jawabmu
"Jadi kamu sadar, bahwa harapan-harapanmu tentang terwujudnya khayalan itu bisa saja hanya sebuah harapan kosong?" tanyaku
"Aku sadar sesadar-sadarnya dan kamu tak perlu khawatirkan aku. Inilah aku, orang yang dikaruniai tingkat imaji yang cukup tinggi. Dalam keadaan apapun aku tetap bisa berimajinasi bahkan di sela-sela kesibukanku, aku selalu ada waktu untuk berimajinasi meski hanya beberapa detik. Dalam suatu waktu aku pernah merasa bosan dengan imajinasiku dan memutuskan untuk mengurangi atau bahkan berhenti berimajinasi. Namun saat itu justru salah satu khayalanku menjadi nyata, rasanya sedang mengalami de javu. Tapi aku sadar bahwa itu bukan de javu, itu benar-benar khayalanku yang menjadi kenyataan. Tak jarang juga apa yang terjadi berlawanan dengan apa yang aku khayalkan." tuturmu mengakui apa yang terjadi dalam dirimu.
"Apa kamu tak takut dengan resiko atau bahaya yang ditanggung akibat berkhayal terus?" lanjutku
"Maksudmu menjadi berhalusinasi atau yang lebih parah lagi, Schizophrenia?"
"iya, apa kamu nggak takut?"
"Insya Allah, samapai saat ini dan yang akan datang, alam sadarku yang akan berkuasa, bukan imajinasiku. Aku memang pengkhayal, tapi bagaimanapun aku tetap menghadapi dunia nyata dengan senyata-nyatanya. Menjalani dunia nyata tanpa terpengaruh dunia imajinasi. Aku berusaha mengambil sisi pisitif dari apa yang Allah berikan padaku ini."
"Apa?" tanyaku penasaran
"Dunia imaji adalah sumber inspirasiku ketika dunia nyata tak mampu memberikan inspirasi untuk tulisan-tulisanku."

Kini aku mengerti bahwa tak perlu takut untuk berkhayal. Selama yang memegang kuasa adalah aku dan bukannya si pengkhayal, si radikal, si bijaksana, atau si apapun maka tak ada yang perlu ditakutkan atas apa yang ada pada diri kita. Karena semua yang ada pada diri kita adalah anugerah dari Allah SWT sebagai wujud penyempurnaan dari diri kita yang tak sempurna.

January 27th, 2008 at 11:53 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

hayyaa…aku mo nulis, tapi bingung apa yg mo aku tulis. Hari selasa besok mesti ngumpulin tulisan, tapi sampe hari ini masih bingung apa yg mo ditulis. Ide…Inspirasi…Perkosakata…kemana kalian…??????? Nanasaaa….Caaaatttt…..Susiiiiii……Michellll….Senjaaa…..bang Dinooo….hiks..hiks..gimana neh…saya belom dapat bahan tulisan….

Belom lagi masalah yang satu itu. Lagi-lagi pertanyaan itu yang terucap. Aku ingin bilang "iya", tapi apa ada jaminan untuk konsekuensinya??? Tapi kalo aku jawab "tidak"……aaargh..aku tuh pengennya jawab "iya"…….Aku mesti gimana??? Kalau saja……….aaaaargh…aku tak mau ber-kalau2 atau ber-andai2. Hidup ini realita yang mesti dihadapi seperti apapun keadaannya seperti apapun konsekuensi yang mesti diterima. Aku tak mau ber-andai2 bukan berarti aku tak punya angan2. Aku tetap punya angan, keinginan, dan impian tapi tetap aku sesuaikan dengan keadaan. Aku tak boleh egois. Apa yang aku bukannya melakukan apa yang aku sukai tapi menyukai apa yang aku lakukan. Aku hanya minta pengertiannya bahwa inilah pilihanku dan aku siap menanggung setiap konsekuensinya. Aku ingin seperti dia, juga seperti dia, ataupun seperti mereka. Tapi aku bukan dia, dia, atau mereka. Aku adalah aku, dengan jalan hidupku. Pahamilah bahwa aku punya jalan sendiri. Dan Insya Allah jalanku takkan mengecewakanmu. Aku pun memilih ini adalah untukmu, untuk kalian. Wish me luck!!!

January 18th, 2008 at 11:57 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Kelemahan dan kekuatan senantiasa mengiringi perputaran roda kehidupan manusia. Seiring sejalan memposisikan manusia, di atas, di bawah, maupun di tengah. Kala berada di atas, kita terbuai terlena tak menyadari bahwa roda itu terus berputar. Kala kita dibawah, barulah menyadari bahwa betapa rapuh dan lemahnya diri. Menyadari bahwa hari-hari yang terlewati bisa menjadi hari terakhir, nafas-nafas yang terhembus bisa jadi nafas terakhir.
Hari ini kembali kuperoleh pelajaran tentang kehidupan melalui persahabatan kita. Kau yang begitu kuat, begitu tegar, dan begitu kokoh telah hadir bersama kerapuhanmu. Membuatku tak percaya bahwa yang ada di hadapanku adalah sosok yang selama ini kukenal. Kau curahkan kesahmu atas kisahmu, kau isakkan semua beban hatimu. Meski bulir permata itu tak keluar dari kedua kelopakmu, tapi aku tahu bulir permata itu menoreh di hatimu. Membuatmu kian teriris dan kau pun merintih. Atas nama persahabatan kau memintaku untuk menguatkanmu,  menopangmu sejenak untuk kembali menemukan kekuatanmu untuk kembali mengukir senyum di pahitnya harimu. Tak perlu kau meminta, atas nama persahabatan aku akan selalu berusaha membantumu untuk kembali tersenyum.
Kini aku benar-benar mengerti bahwa titik lemah setiap orang berbeda. Beberapa waktu lalu ada seseorang yang memberiku pengertian tentang titik lemah itu, namun aku tak bisa mengerti ataupun menangkap maksudnya. Mungkin aku yang terlalu angkuh untuk bisa mengerti. Aku selalu ingin setiap orang berusaha dan berhasil menguatkan diri mereka sendiri seperti aku menguatkan diriku. Mungkin itu bagian dari ke-egoisanku……Aku pun semakin mengerti tentang kesepian dan kesendirian. Tapi yang paling penting arti kehadiran sahabat dalam kehidupan kita.

Kau merintih menangis terluka
Dan tak tertahan lagi
Kau pun tersedu dalam pelukku
Sederas hujan airmatamu membasahi
Tak sepatah kata kau ucapkan
Menerjemahkan setiap tetes airmata

"Kesempurnaan adalah sesuatu yang selalu mengalami penyempurnaan".
Kalimat itu terus membayangiku akhir-akhir ini. Apa kalimat itu yang
akan menjadi judul dari cerita-ceritaku tahun ini?? Mungkin melalui
kalimat itu Allah ingin menyadarkanku atas keangkuhanku dalam memahami
orang lain selama ini. Dan satu hal lagi, ternyata aku memang belum
benar-benar mengenali sahabat2 ku. Padahal ku pikir selama ini aku
sudah banyak tau tentang mereka, ternyata aku salah.
Benar kata pepatah, "kita merasa cocok dengan seseorang karena kita
menyukai diri kita yang ada pada orang itu". Ketika orang2 itu
menunjukkan sisi lain dari diri mereka, kita merasa asing dengan
mereka. Kita terkejut dan tak menyangka bahwa orang itu adalah orang
yang telah kita kenal sebelumnya. Ada sisi-sisi lain itu yang bisa kita
terima sebagai suatu perbedaan namun ada pula yang tak bisa kita
terima. Tapi itulah manusia, diciptakan dengan segala
ketidaksempurnaannya meskipun ia adalah makhluk Tuhan yang paling
sempurna. Diciptakan untuk saling mengisi dan melengkapi. Tak
sepantasnya manusia bersikap angkuh dan egois.
Puji syukur kupanjatkan (Alhamdulillah…) kepada Allah SWT yang telah
memberiku kehidupan yang berwarna ini. Membuatku ada di dalam keluarga
yang sangat aku banggakan. Menghadirkan sahabat-sahabat yang begitu
baik padaku, yang Insya Allah membuatku menjadi seorang sahabat bagi
mereka. Yang kesemuanya mengajariku pelajaran tentang kehidupan.

January 4th, 2008 at 7:58 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink