"Kamu tuh kayak melukis di atas air," kataku
"Aku tau, dan aku pun tak ingin seperti itu. Tapi terkadang angan ini melayang, mengajakku mengarungi imaji, mengkhayalkan kehadirannya, dan harapan itu muncul di setiap akhir perjalanan imajiku." jawabmu
"Jadi kamu sadar, bahwa harapan-harapanmu tentang terwujudnya khayalan itu bisa saja hanya sebuah harapan kosong?" tanyaku
"Aku sadar sesadar-sadarnya dan kamu tak perlu khawatirkan aku. Inilah aku, orang yang dikaruniai tingkat imaji yang cukup tinggi. Dalam keadaan apapun aku tetap bisa berimajinasi bahkan di sela-sela kesibukanku, aku selalu ada waktu untuk berimajinasi meski hanya beberapa detik. Dalam suatu waktu aku pernah merasa bosan dengan imajinasiku dan memutuskan untuk mengurangi atau bahkan berhenti berimajinasi. Namun saat itu justru salah satu khayalanku menjadi nyata, rasanya sedang mengalami de javu. Tapi aku sadar bahwa itu bukan de javu, itu benar-benar khayalanku yang menjadi kenyataan. Tak jarang juga apa yang terjadi berlawanan dengan apa yang aku khayalkan." tuturmu mengakui apa yang terjadi dalam dirimu.
"Apa kamu tak takut dengan resiko atau bahaya yang ditanggung akibat berkhayal terus?" lanjutku
"Maksudmu menjadi berhalusinasi atau yang lebih parah lagi, Schizophrenia?"
"iya, apa kamu nggak takut?"
"Insya Allah, samapai saat ini dan yang akan datang, alam sadarku yang akan berkuasa, bukan imajinasiku. Aku memang pengkhayal, tapi bagaimanapun aku tetap menghadapi dunia nyata dengan senyata-nyatanya. Menjalani dunia nyata tanpa terpengaruh dunia imajinasi. Aku berusaha mengambil sisi pisitif dari apa yang Allah berikan padaku ini."
"Apa?" tanyaku penasaran
"Dunia imaji adalah sumber inspirasiku ketika dunia nyata tak mampu memberikan inspirasi untuk tulisan-tulisanku."
Kini aku mengerti bahwa tak perlu takut untuk berkhayal. Selama yang memegang kuasa adalah aku dan bukannya si pengkhayal, si radikal, si bijaksana, atau si apapun maka tak ada yang perlu ditakutkan atas apa yang ada pada diri kita. Karena semua yang ada pada diri kita adalah anugerah dari Allah SWT sebagai wujud penyempurnaan dari diri kita yang tak sempurna.