<

Kelemahan dan kekuatan senantiasa mengiringi perputaran roda kehidupan manusia. Seiring sejalan memposisikan manusia, di atas, di bawah, maupun di tengah. Kala berada di atas, kita terbuai terlena tak menyadari bahwa roda itu terus berputar. Kala kita dibawah, barulah menyadari bahwa betapa rapuh dan lemahnya diri. Menyadari bahwa hari-hari yang terlewati bisa menjadi hari terakhir, nafas-nafas yang terhembus bisa jadi nafas terakhir.
Hari ini kembali kuperoleh pelajaran tentang kehidupan melalui persahabatan kita. Kau yang begitu kuat, begitu tegar, dan begitu kokoh telah hadir bersama kerapuhanmu. Membuatku tak percaya bahwa yang ada di hadapanku adalah sosok yang selama ini kukenal. Kau curahkan kesahmu atas kisahmu, kau isakkan semua beban hatimu. Meski bulir permata itu tak keluar dari kedua kelopakmu, tapi aku tahu bulir permata itu menoreh di hatimu. Membuatmu kian teriris dan kau pun merintih. Atas nama persahabatan kau memintaku untuk menguatkanmu,  menopangmu sejenak untuk kembali menemukan kekuatanmu untuk kembali mengukir senyum di pahitnya harimu. Tak perlu kau meminta, atas nama persahabatan aku akan selalu berusaha membantumu untuk kembali tersenyum.
Kini aku benar-benar mengerti bahwa titik lemah setiap orang berbeda. Beberapa waktu lalu ada seseorang yang memberiku pengertian tentang titik lemah itu, namun aku tak bisa mengerti ataupun menangkap maksudnya. Mungkin aku yang terlalu angkuh untuk bisa mengerti. Aku selalu ingin setiap orang berusaha dan berhasil menguatkan diri mereka sendiri seperti aku menguatkan diriku. Mungkin itu bagian dari ke-egoisanku……Aku pun semakin mengerti tentang kesepian dan kesendirian. Tapi yang paling penting arti kehadiran sahabat dalam kehidupan kita.

Kau merintih menangis terluka
Dan tak tertahan lagi
Kau pun tersedu dalam pelukku
Sederas hujan airmatamu membasahi
Tak sepatah kata kau ucapkan
Menerjemahkan setiap tetes airmata

"Kesempurnaan adalah sesuatu yang selalu mengalami penyempurnaan".
Kalimat itu terus membayangiku akhir-akhir ini. Apa kalimat itu yang
akan menjadi judul dari cerita-ceritaku tahun ini?? Mungkin melalui
kalimat itu Allah ingin menyadarkanku atas keangkuhanku dalam memahami
orang lain selama ini. Dan satu hal lagi, ternyata aku memang belum
benar-benar mengenali sahabat2 ku. Padahal ku pikir selama ini aku
sudah banyak tau tentang mereka, ternyata aku salah.
Benar kata pepatah, "kita merasa cocok dengan seseorang karena kita
menyukai diri kita yang ada pada orang itu". Ketika orang2 itu
menunjukkan sisi lain dari diri mereka, kita merasa asing dengan
mereka. Kita terkejut dan tak menyangka bahwa orang itu adalah orang
yang telah kita kenal sebelumnya. Ada sisi-sisi lain itu yang bisa kita
terima sebagai suatu perbedaan namun ada pula yang tak bisa kita
terima. Tapi itulah manusia, diciptakan dengan segala
ketidaksempurnaannya meskipun ia adalah makhluk Tuhan yang paling
sempurna. Diciptakan untuk saling mengisi dan melengkapi. Tak
sepantasnya manusia bersikap angkuh dan egois.
Puji syukur kupanjatkan (Alhamdulillah…) kepada Allah SWT yang telah
memberiku kehidupan yang berwarna ini. Membuatku ada di dalam keluarga
yang sangat aku banggakan. Menghadirkan sahabat-sahabat yang begitu
baik padaku, yang Insya Allah membuatku menjadi seorang sahabat bagi
mereka. Yang kesemuanya mengajariku pelajaran tentang kehidupan.

January 4th, 2008 at 7:58 pm